Tahapan Tumbuh Kembang Anak 2

Artikel ini adalah lanjutan dari artikel Tahapan Tumbuh Kembang Anak 1. Berikut penjelasan mengenai tahapan tumbuh kembang anak mulai usia 3 tahun:

  1. Tahapan usia 3 tahun. Di usia ini, si kecil sudah berkembang dengan cukup pesat, baik secara motoris, secara mental, secara fungsi indra, serta fisiknya pun lebih kuat dan siap untuk menjalankan aktivitas yang lebih ekstrim. Di tahap ini Anda bisa menghadiahkannya sepeda roda tiga sebagai mainannya serta sarana yang akan melatih fungsi seluruh organ tubuhnya dalam melakukan koordinasi. Sepeda roda tiga melatih tangan untuk mengendalikan arah, melatih mata untuk melihat apa yang ada di depannya, dan melatih kekuatan kaki untuk mengayuh agar sepeda bisa bergerak maju. Selain mainan tersebut, Anda pun bisa mulai mengajaknya untuk berbincang dan belajar memainkan logikanya dengan memberikan pertanyaan pertanyaan sederhana yang membuat otaknya mulai memproses informasi dan menghasilkan output.
  2. Tahapan usia 4 tahun. Jiwa sosial anak di usia ini mulai tampak, terlihat dari keinginannya untuk bermain bersama teman sebayanya, berbagi memainkan mainan yang dimilikinya, serta mengajak anak anak lain yang seumur dengannya untuk bermain di rumah. Untuk mendapatkan pengaruh sosial yang baik, maka orang tua jangan pernah melarang anak untuk melakukan hal-hal tersebut, akan tetapi sebagai tindakan preventif ada baiknya Anda tetap mengawasi tingkah laku mereka saat bermain, agar pada saat ada hal hal yang sebaiknya tidak dilakukan, atau saat ada kalimat yang sebaiknya tidak diucapkan, maka Anda bisa memberikan pemahaman dan penjelasan secara langsung. Tindakan ini membuat anak akan mengerti tentang batasan serta aturan dalam menjalani kehidupan sosial dengan teman sebayanya.
  3. Tahapan usia 5 tahun. Di tahapan ini, anak memiliki fungsi otak yang sudah sangat baik. Pada tahapan inilah Anda bisa memberikan tanggung jawab, memberikan tugas khusus, serta melakukan hal yang akan membuat Anak agar bisa sedikit mandiri dibandingkan sebelumnya. Cara yang bisa dilakukan misalnya dengan meminta anak untuk membereskan mainannya sendiri seusai bermain, meminta tolong kepada anak untuk melakukan bantuan bantuan kecil, atau dengan mengajarkan anak untuk buang air kecil ke toilet sendiri, dan lain sebagainya.

Itulah tahapan pada tumbuh kembang anak fase 2 bagi balita. Untuk tahapan selanjutnya, maka Anda bisa menantikan artikel artikel kami lainnya. Semoga bermanfaat

Setelah mengisi form di bawah ini, anda akan menerima beberapa email berseri yang menjelaskan bisnis Oriflame bersama d'BC Network
Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN
// JavaScript Document