Plus Minus Penundaan Kehamilan

Penundaan kehamilan merupakan hal yang sangat sering dilakukan baik pada pasangan muda maupun yang sudah memiliki banyak anak. Tujuan dari penundaan kehamilan itu sendiri adalah untuk menjarangkan kehamilan atau bahkan menghindari terjadinya kehamilan. Meskipun bertujuan untuk perencanaan keluarga yang lebih baik, namun terdapat plus minus penundaan kehamilannya.

Positifnya antara lain sebagai berikut :

  1. Keluarga menjadi lebih terencana, terutama di dalam system kesejahteraan ekonomi. Jika anak terlalu banyak atau memiliki jarak yang terlalu pendek, maka kebutuhan ekonomi dapat menjadi kurang terkontrol. Selain itu bagi ibu yang berkarir, hambatan selama karir dan mengejar kebutuhan ekonomi menjadi tersendat pula.
  2. Secara kesehatan, maka dengan adanya penundaan atau penjarangan kehamilan, ibu dapat lebih siap. Jika seorang wanita menikah terlalu muda dan secara fisik meupun mental masih belum siap untuk menghadapi kehamilan, maka penundaan kehamilan dapat membantu ibu sampai menjadi relative lebih matang. Namun jika tujuan penundaan adalah menjarangkan kehamilan, maka juga akan lebih mengurangi resiko akibat hamil dengan jarak yang terlalu dekat.
  3. Pada ibu yang pernah mengalami riwayat keguguran dalam waktu dekat, maka penundaan kehamilan sangat dianjurkan karena berfungsi untuk mempersiapkan fisik dan mental ibu di dalam menjalani kehamilan baru.
  4. Bagi pasangan baru yang masih mengalami penyesuaian, terkadang masalah kecil bias menjadi besar. Kondisi hamil dengan keadaan psikis yang relative kurang stabil dapat menyulut masalah. Penundaan kehamilan sampai kedua pasangan siap menghadapi kehamilan yang dilanjut kepada kelahiran akan sangat membantu.

Plus minus penundaan kehamilan dapat menjadi salah satu acuan pasangan di dalam menentukan kapan akan hamil dan perlukah menunda kehamilan?

Jika di atas telah disampaikan nilai positif penundaan kehamilan, berikut adalah sisi negative dari penundaan kehamilan :

  1. Penundaan kehamilan jika pasangan belum memiliki anak dan sang wanita terlalu asyik dengan karir, terkadang membuat ibu lupa akan kebutuhan keluarga mempunyai keturunan hingga usia telah relative lanjut, misalnya sampai di atas usia reproduktif normal (35 tahun).
  2. Kehangatan serta keceriaan keluarga yang belum memiliki anak menjadi kurang dan terkadang pasangan saling egois karena tidak ada perekat, yaitu anak.
  3. Secara medis, penundaan kehamilan menggunakan alat KB terkadang membuat wanita menjadi cenderung sulit hamil. Meskipun tidak semua kasus pasangan demikian.
  4. Seorang anak yang belum memiliki saudara, jika penundaan dilakukan sampai anak berusia lebih dari 5 tahun juga terkadang secara psikologis perkembangannya menjadi kurang optimal

Demikian plus minus penundaan kehamilan, semoga artikel ini bermanfaat.

Setelah mengisi form di bawah ini, anda akan menerima beberapa email berseri yang menjelaskan bisnis Oriflame bersama d'BC Network
Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN
// JavaScript Document