Pengaruh Kondisi Psikologis Ibu pada Perkembangan Janin

Kondisi psikologis tak hanya membuat mood menjadi jelek. Kesehatan tubuh secara total pun bisa terpengaruh. Ya, Anda bisa menjadi kurang fit, tidak sehat, dan bahkan sakit jika kondisi psikologis Anda terganggu. Bahkan penyakit kanker, salah satu pemicunya bisa diakibatkan oleh stres alias kondisi psikologis yang terganggu berat.

Hal di atas bisa terjadi pada orang yang normal. Lalu, bagaimanakah pengaruh kondisi psikologis ibu pada perkembangan janin?

Para ahli yang concern dengan perkembangan janin bayi selama masa kehamilan di dalam rahim ibunya melakukan berbagai macam penelitian. Di awal penelitian, mereka berhipotesis (menduga) bahwa pengaruh kondisi psikologis ibu pada perkembangan janin itu saling berhubungan. Di sini, kondisi psikologis yang baik (positive thinking) selama masa kehamilan bisa membentuk bayi dengan fisik yang sempurna dan juga mental yang sehat.

Dr Thomas Verny di dalam Buku yang diterbitkan Association for Prenatal and Perinatal Psychology and Health (APPPAH) dan juga Journal of Prenatal and Perinatal Psychology and Health mengatakan bahwa pikiran wanita hamil itu berhubungan erat dengan bayi yang dikandungnya. Menurutnya, segala hal yang dirasakan dan dipikirkan ibu hamil itu dikomunikasikan kepada bayinya melalui neurohormon (hormon saraf), seperti halnya nikotin dan alkohol atau obat-obatan yang dikonsumsi ibu hamil.

Tak hanya menurut Dr. Verny saja, di dalam jurnal ensiklopedia kesehatan disebutkan bahwa emosi, mental, dan juga kondisi fisik ibu hamil itu dipengaruhi hormon dan molekul-molekul yang sangat tergantung dengan emosi. Ada pun emosi pada ibu hamil sendiri, menurut Deepak Chopra, M.D, terbentuk dari bagaimana dia memandang kehamilannya, perencanaan kehamilannya, pernikahannya, pekerjaannya, kesehatannya, bahkan hingga lingkungan di sekitarnya. Masih menurut dia, pikiran ibu hamil adalah penentu dari emosinya. Dan emosi menjadi penentu bagi neurohormon. Persis seperti ucapan yang dikatakan Dr.Verny.

Dr. Deepak Chopra menjelaskan penelitiannya. Ketika seorang ibu hamil merasa takut, stres, dan khawatir, hormon-hormon stres yang ada di dalam tubuhnya akan ke luar dan masuk ke seluruh pembuluh darah. Termasuk pembuluh darah yang menghubungkannya ke tubuh bayi yang sedang dikandungnya melalui plasenta. Dan ini jelas membuat darah di dalam tubuh bayi pun menjadi tinggi kadar hormon stresnya.

Hormon stres yang tinggi di dalam darah bayi yang ada di dalam rahim bisa mengaktivasi sistem endokrin. Dan sistem endokrin berpengaruh kuat terhadap perkembangan otak bayi yang ada di dalam rahim tersebut. Dari penelitian yang dilakukan terhadap bayi yang lahir tidak sesuai yang diharapkan (seperti prematur, kurang berat badannya, hperaktif, mudah teriritasi, hingga mudah sakit) didapatkan hasil bahwa selama kehamilan ibu mereka mengalami kondisi psikologis yang tidak baik/stres. Sebaliknya, bayi-bayi yang sehat dan pintar adalah bayi-bayi yang dilahirkan dari ibu-ibu yang selama masa kehamilannya dipenuhi dengan hal-hal positif. Seperti bahagia, keadaan lingkungan yang mendukung, tenang, nyaman, dan jauh dari stres.

Nah, seperti itulah gambaran yang dihasilkan dari penelitian mengenai pengaruh kondisi psikologis ibu pada perkembangan janin. Untuk itulah, jika Anda sedang hamil jauhkan diri Anda dari stres. Pastikan kondisi psikologis Anda selalu dalam keadaan yang positif. Semoga bermanfaat.

Setelah mengisi form di bawah ini, anda akan menerima beberapa email berseri yang menjelaskan bisnis Oriflame bersama d'BC Network
Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN
// JavaScript Document