Penatalaksanaan Diet Diabetes

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, pada tahun 2003 diperkirakan diabetisi di daerah urban sebesar 14,7% dan daerah rural sebesar 7,2%. Sedangkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi kenaikan pasien diabetes melitus di Indonesia pada tahun 2010 akan berjumlah 21,3 juta orang dari data sebelumnya hanya 8,4 juta pada tahun 2000. Penderita diabetes mellitus di Indonesia mengalami peningkatkan setiap tahun, hal ini erat kaitannya dengan perubahan gaya hidup termasuk pola makan. Kunci penting untuk mencegah hal ini, adalah dengan Penatalaksanaan Diet Diabetes atau Pengaturan Makanan secara Sehat.

Penatalaksanaan Diet pada penderita Diabetes Mellitus atau lebih sederhanan dikenal dengan Pengaturan Makanan’ merupakan bagian dari penatalaksanaan penyakit Diabetes secara menyuruh, artinya Diet tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari penderita diabetes mellitus. Kenapa ???

Ya, karena pengaturan makanan pada penderita diabetes mellitus akan sangat bermanfaat supaya penderita dapat mengontrol keadaan gula darahnya, disamping itu juga untuk menjaga berat badan dalam kondisi normal, mengontrol kadar lemak sehingga tidak menyebabkan komplikasinya seperti penyakit jantung, ginjal, gangren alias luka yang tidak sembuh.

Kalau memang demikian bermanfaat untuk mencegah komplikasi, Lalu diet yang bagaimanakah yang harus dilakukan oleh penderita diabetes? Karena umumnya diet seringkali ditafsirkan oleh banyak orang, termasuk penderita dan keluarga penderita diabetes sebagai sesuatu yang menyiiksa.

Sebenarnya tidak ada yang special dan harus ada pembedaan khusus untuk penderita diabetes dan keluarga penderita diabetes. Artinya makanan yang dikonsumsi oleh penderita diabetes sama persis dengan makanan keluarga.  Pastinya dukungan seluruh anggota keluarga sangatlah menunjang sehingga penderita diabetes dapat melaksanakan dietnya dengan tidak merasa tersiksa.

Standar penatalaksaan diet diabetes di Indonesia mengaju pada Asosiasi Diet Amerika (ADA, American Dietetic Assosiation), maka disusunlah  Prinsip Pengaturan Makanan  untuk Penderita  Diabetes Mellitus yaitu makanan yang beragam gizinya atau lebih dikenal dengan gizi seimbang. Yang perlu dipahami oleh penderita diabetes adalah Pola Makan Terdisiplin, dalam hal  ”Jadwal, Jenis dan Jumlah” atau lebih simpelnya ”3 J”. Jadi makanannya tidak perlu dibedakan dengan makanan orang sehat pada umumnya.

Syarat-syarat pengaturan diet pada diabetes harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : jumlah kalori harus tepat artinya untuk penderita yang terlalu gemuk diberikan diet 1100 – 1500 kalori, penderita yang berat badan normal diberikan diet 1700 – 1900 kalori, penderita kurus diberikan diet 2100 – 2500 kalori. Dianjurkan mengkonsumsi tinggi serat yang berasal dari sayuran dan buah. Frekuensi makan diberikan dengan porsi kecil dan sering. Pengaturan porsi makanan disusun secara tepat untuk memenuhi kecukupan zat gizi yang dibutuhkan sepanjang hari.

Komposisi makana yang dianjurkan

  1. Karbohidrat Rekomendari ADA tahun 1994 lebih memfokuskan pada jumlah total karbohidrat daripada jenisnya, sekitar 45-65% dari total kalori sehari
  2. Protein, Menurut konsensus pengelolaan diabetes di Indonesia tahun 2006 kebutuhan protein untuk diabetisi 15%-20% energi.
  3. Lemak, Anjuran asupan lemak di Indonesia adalah 20-25% energi.

Untuk mendapatkan pengaturan secara individu, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda ataupun praktisi kesehatan Anda.

Diet bukan sesuatu yang harus ditakuti, tapi perlu dijadikan gaya hidup Anda. Makanan yang Anda makan sangat menentukan kualitas hidup Anda.

Setelah mengisi form di bawah ini, anda akan menerima beberapa email berseri yang menjelaskan bisnis Oriflame bersama d'BC Network
Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN
// JavaScript Document