Mengenali Penyebab Anak Tantrum

Apakah Tantrum Itu?

Tantrum atau temper tantrum adalah suatu ledakan kemarahan pada anak-anak yang bertujuan untuk menunjukkan kemandiriannya. Tantrum juga merupakan ekspresi untuk melepaskan ketegangan yang dirasakan anak-anak. Biasannya tantrum disertai dengan menjerit-jerit, menendang, mengamuk,  menjatuhkan diri ke lantai, berguling-guling dan melempar barang-barang di sekitarnya. Usia anak yang paling sering mengalamai tantrum adalah rentang usia 2 hingga 4 tahun. Hal ini bisa terjadi karena pada usia tersebut, balita belum bisa mengkomunikasikan keinginannya dengan baik sehingga muncul perasaan frustasi, marah, bingung dan berujung pada kemarahan yang meledak-ledak. Biasanya anak-anak merasa frustasi karena keinginannya tidak terpebuhi atau ada hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginannya, seperti:

  • Merasa Tidak Puas. Ketika bermain, dia tidak dapat membawa beberapa mainannya sekaligus dan selalu menjatuhkannya. Ini akan memancing amarahnya karena merasa tidak puas dengan apa yang dia lakukan.
  • Tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari yang menurutnya bisa dia lakukan seperti memakai celana sendiri, mengancingkan baju, memakai sepatu dan kaos kaki sendiri.
  • Tidak mampu mengendalikan sesuatu, misal dia ingin ibunya tetap di rumah saat ibunya harus berangkat kerja.
  • Merasa lelah, setelah bermain seharian dan ketika tiba waktunya tidur suasana kamar tidak memungkinkan baginya untuk tidur.
  • Bosan, balita merasa orang-orang disekitarnya tidak memahami keinginannya dan memaksakan dia untuk melakukan hal-hal yang tidak dia inginkan, seperti makan, mandi, berganti baju dan lain-lain.
  • Dan beberapa kondisi lain seperti lapar, sakit, serta meniru kebiasaan orang-orang di sekitarnya.

Mencegah Agar Tantrum Tidak Terjadi Kembali

Tantrum bisa diatasi, ada banyak cara mengatasi tantrum yang bisa kita lakukan. Namun, ada baiknya kita cegah sebelum hal tersebut terjadi . Cara mencegah agar tantrum tidak terjadi antara lain dengan:

  • Orang tua harus bisa mengenali emosi pada dirinya masing-masing. Karena dengan mengetahui dan mengendalikan emosi kita, anak-anak akan belajar bagimana mengendalikan emosinya. Dan bagi orang tua mengetahui cara mengendalikan diri juga bisa membantu dalam menghadapi anak yang emosi. Hal ini juga berarti kita memberikan contoh yang baik untuk anak-anak, karena pada dasarnya anak-anak mengamati dan meniru apa yang ada di sekitarnya.
  • Berikan perhatian yang cukup. Ketika orang tua menganggap kehadiran mereka di sekitar anak-anak saja sudah cukup, itu salah besar. Saat anda menemaninya bermain, tapi anda sibuk sendiri dengan gadget di tangan, ini akan memancing anak untuk mendapat perhatian lebih dari anda. Anak-anak membutuhkan keterlibatan orang tua dalam aktifitasnya, meskipun itu hanya bermain bersama.
  • Buat Rutinitas Lebih Menyenangkan. Bagi beberapa anak, rutinitas harian seperti mandi, makan di meja makan, atau berganti pakaian menjadi aktifitas yang tidak menyenangkan. Untuk menghindari amukannya saat hendak melakukan aktifitas tersebut, atau saat beralih dari satu rutinitas ke aktifitas yang lain, sampaikan dengan cara yang menarik, menyenangkan dan membuatnya penasaran. Jangan memaksanya pada saat yang tak terduga dan memaksakan kehendak anda. Berikan pelajaran mengenai menghargai orang lain dengan cara anda menghargai anak anda.
  • Berikan Pengalihan Perhatian. Jika anda hendak bepergian, untuk menghindari anak anda tantrum di keramaian, perlu anda bawakan pengalih perhatian seperti mainan favoritnya, buku cerita, atau makanan kecil yang dia sukai. Beberapa barang tersebut akan sangat membantu mengalihkan emosi sang anak kepada aktifitas yang dia sukai.
  • Pandai Membaca Situasi. Sebagai orang tua tentu kita harus pandai membaca situasi dan kondisi anak kita. Jika terlihat dia mulai bosan dengan aktifitasnya dan terlihat tanda-tanda dia hendak marah atau merengek, segera alihkan perhatiannya dengan cara mengajaknya beralih kepada aktifitas lain atau menciptakan suasana humor yang menyenangkan.
  • Ajari anak mengendalikan Emosinya. Beberapa aktifitas bisa membantu anak untuk mengalihkan energi negatifnya dan mengendalikan emosinya. Antara lain, dengan mengajaknya bermain musik, ajarkan anak memainkan salah satu alat musik yang dia sukai. Mewarnai, aktifitas mewarnai bisa membuat anak menjadi lebih tenang dan terkontrol, atau permainan lain yang disukainya seperti bermain bola dan lain-lain.

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah dan mengendalikan tantrum pada anak kita. Dengan pengetahuan yang cukup, kita berharap sebagai orang tua kita tidak mudah panik dan terpancing emosi dalam mendampingi buah hati kita. Karena tantrum merupakan hal yang wajar yang harus dilalui anak-anak dalam rangka mengekspresikan dirinya.

Setelah mengisi form di bawah ini, anda akan menerima beberapa email berseri yang menjelaskan bisnis Oriflame bersama d'BC Network
Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN
// JavaScript Document