Cara Alternatif Mengatasi Premenopause

Premenopause berbeda dengan menopause. Istilah yang pertama merujuk pada waktu dimana wanita dipersiapkan untuk menghadapi menopause. Tuhan maha adil bagi kaum hawa dimana memberikan periode ini sehingga perempuan tidak banyak yang mengalami shock.

Banyak hal yang dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang ditimbulkan oleh gejala premenopause. Dari mulai pengobatan medis, hingga terapi pergantian hormon. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai metode yang terakhir.

Teori mengenai pergantian hormon
Penggunaan hormon buatan dipercaya dapat mengurangi pertanda yang timbul pada saat masa premenopause hingga tingkat yang membahagiakan. Terapi pergantian hormon ini dilakukan selama 1-2 tahun untuk meredakan berbagai macam gejala premenopasue diantaranya perubahan mood, berkeringat di malam hari, kegemukan dan lainnya.

Gejala yang timbul saat premenopause diakibatkan oleh perubahan hormon dalam tubuh wanita. Hormon estrogen dan progesteron berada pada tingkat yang terendah sehingga dengan pemberian hormon pengganti maka tingkat zat ini dalam tubuh bisa dipertahankan. Selain itu terapi pergantian hormon juga membantu perempuan untuk rasa tidak berdaya dan melawan osteoporosis saat periode menopause tiba.

Campuran dari equine estrogen yang diturunkan dari urine kuda yang sedang mengandung adalah salah satu hormon yang diberikan pada wanita yang menjalani terapi hormon pada saat premenopause. Meskipun demikian masih banyak pro dan kontra dari terapi ini.

Beberapa resiko terapi pergantian hormon
Meskipun kenyataannya terapi pergantian hormon sangat bermanfaat bagi wanita saat berada di periode premenopause, namun demikian beberapa catatan perlu digaris bawahi disebabkan ada resiko dibalik terapi ini.

Wanita dengan terapi hormon memiliki kecenderungan untuk terkena kanker payudara, penyakit hati, dan stroke. Beberapa jenis hormon pengganti bahkan memiliki resiko yang jauh lebih tinggi dan hal ini bervariasi dari satu wanita dengan wanita lain tergantung dari riwayat kesehatan dan pola hidupnya.

Beberapa efek samping dari terapi hormon adalah sakit kepala, kram perut, diare, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, sering panik, jerawatan dan lainnya. Asupan diet yang sehat seharusnya dibarengi jika Anda mengikuti terapi hormon ini guna mempertahankan kebugaran dan kesehatan tubuh.

Walaupun demikian terapi pergantian hormon ini masih menjadi terapi yang paling disukai oleh banyak wanita untuk menangani berbagai gangguan saat premenopause.

Jika Anda memutuskan untuk mengikuti terapi hormon guna mananggulangi premenopause maka selalu ingat untuk membicarakan terlebih dahulu dengan dokter Anda mengenai resiko dan manfaat yang diperoleh. Dengan penggunaan terapi hormon yang tepat dan sesuai resep dokter maka wanita bisa menjalani premenopause mereka dengan penuh senyuman.

Setelah mengisi form di bawah ini, anda akan menerima beberapa email berseri yang menjelaskan bisnis Oriflame bersama d'BC Network
Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN
// JavaScript Document