Bolehkah Menghukum Anak?

Dalam mendidik dan mengarahkan anak, ada kalanya bahkan sering anak melakukan kesalahan atau tidak menuruti apa yang kita suruh/perintahkan. Saat hal tersebut terjadi, secara spontan, kita biasanya langsung menghukum anak, misalnya saja dengan cara memukulnya. Dari sini timbul satu pertanyaan, bolehkah menghukum anak?

Menghukum anak memang perlu untuk kebaikannya di masa yang akan datang. Tentu saja karena kita berharap, dengan hukuman tersebut, kesalahan yang sama tidak akan dilakukannya lagi. Akan tetapi yang harus diperhatikan adalah jenis hukumannya. Jangan sampai hukuman yang asalnya bertujuan untuk mendidik dia malah membuatnya menjadi trauma. Ringan-tidaknya hukuman juga relatif. Semua tergantung banyak faktor.

Berikut ini adalah contoh-contoh hukuman yang secara umum bisa dikatakan masih dalam takaran wajar diberikan kepada anak-anak.

  • Mengurangi jatah uang saku, jatah jam main game, dan jatah lainnya yang sifatnya mengurangi hal-hal yang disukai anak.
  • Membersihkan atau membereskan sesuatu, misalnya membersihkan kamar, membereskan mainannya, mencuci piring, mencuci baju, dan yang sejenisnya.
  • Memukulnya di bagian tubuh yang aman dengan pelan, misalnya di tangan, pantat, dan kaki. Hukuman jenis ini banyak pro dan kontra sekali pun hanya pelan. Hal ini karena anak bisa meniru dan melakukannya pada orang lain. Untuk keamanan, hindari hukuman jenis ini untuk anak Anda.

Jadi, bolehkah menghukum anak? jawabnya tentu saja adalah boleh. Akan tetapi, meskipun menghukum anak itu diperbolehkan, kita jangan selalu langsung begitu saja menghukumnya saat kesalahan itu terjadi. Ada baiknya kita berpikir terlebih dahulu. Pikirkan masak-masak apakah benar anak harus dihukum dan pikirkan apakah kesalahannya benar-benar murni kesalahan dia? Coba juga Anda berpikir dari perspektif anak. Jadilah Anda orangtua yang apa adanya dan bukan orangtua ideal yang Anda idam-idamkan. Banyak juga bertanya tentang anak Anda dan sedikitlah berkata mengenai mau Anda. Janganlah Anda menjadi orangtua yang kaku karena keadaan Anda saat kecil berbeda dengan keadaan anak Anda sekarang. Dan yang terakhir, cintai anak Anda dengan tanpa syarat.

Nah kesimpulannya, bolehkah menghukum anak? Tentu saja boleh asalkan sesuai dengan kesalahannya agar dia tidak mengulang hal yang sama tanpa membuat dia menjadi trauma. Semoga bermanfaat bunda :-)

Setelah mengisi form di bawah ini, anda akan menerima beberapa email berseri yang menjelaskan bisnis Oriflame bersama d'BC Network
Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN
// JavaScript Document