Betulkah Emosi Ibu Mempengaruhi Produksi ASI

Proses melahirkan bagi seorang ibu tentu saja memberikan sebuah pengalaman hidup luar biasa yang tidak pernahdapat dilupakan. Namun dibalik kesenangan dan kebahagiaan dengan adanya kelahiran bayi, ibu sering mengalami perubahan emosi pasca melahirkan. Yang menjadi pertanyaan adalah betulkah emosi ibu memperngaruhi produksi ASI?

ASI dibentuk oleh metabolism khusus yang dipengaruhi oleh hormone laktasi. Sistem hormon tubuh dipengaruhi oleh serangkaian kerja hormone lain sehingga tidak dapat berdiri sendiri. Pada kondisi normal, hormone menyusui akan bekerja optimal beberapa saat setelah ibu melahirkan dan diberikan rangsangan keluarnya air susu salah satunya dengan menangisnya bayi.

Namun dalam keadaan emosi yang tidak stabil, hormone menyusui dapat terganggu aktivitasnya oleh hambatan dari hormon lain yang bekerja secara aktif ketika individu mengalami gangguan emosi. Salah satu jenis hormon yang dapat memberikan tindak penghambatan terhadap sekresi ASI adalah hormon kortikosteroid yang dikeluarka tubuh ketika terjadi depresi atau tekanan psikologi. Akibatnya adalah ASi menjadi tersendat pengeluarannya.

Betulkah emosi ibu mempengaruhi produksi ASI? Masih saja perntanyaan tersebut terngiang di kepala. Selain karena berpengaruh terhadap sistem metabolisma sebagaimana telah disebutkan di atas, emosi ibu dapatmemperngaruhi pola makan ibu. Ibu menjadi sulit makan asupan yang bergizi. Padahal untuk dapat diproduksi ASI yang berkualitas sangat dibutuhkan asupan sehat bergizi. Antara lain adalah makanan kaya serta, vitamin yang lengkap, protein cukup. Dengan konsumsi ibu yang menurun kualitasnya, akan juga mengurangi kualitas air susu yang dihasilkan.

Emosi juga dapat menyebabkan ASI yang dihasilkan ibu tidak hanya sedikit tetapi juga encer. Semua proses metabolism tubuh dikendalikan oleh otak dan saraf. Ketika system koordinasi tubuh tersebut terganggu akibat emosi yang tidak stabil, maka secara tidak langsung proses metabolism menjadi tersendat. Antara lain adalah metabolism produksi ASI.

Bahkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang mengalami depresi tidak dapat menghasilkan ASI. Ketika depresi ibu telah diterapi dan disembuhkan, maka produksi ASI menjadi normal dan lancar. Jadi pertanyaan mengenai betulkah emosi ibu mempengaruhi produksi ASI telah terjawab. Intinya, untuk dihasilkan ASI yang berkualitas, ibu harus dapat mengendalikan emosi, karena emosi ternyata berpengaruh terhadap proses produksi air susu.

Setelah mengisi form di bawah ini, anda akan menerima beberapa email berseri yang menjelaskan bisnis Oriflame bersama d'BC Network
Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN
// JavaScript Document