Bersahabat dengan Tetangga

Manusia merupakan makhluk sosial sekaligus makhluk individu. Mengapa demikian? Dalam konteksnya, manusia memang merupakan makhluk sosial yang tetap berhubungan secara timbal balik dengan individu yang lain, serta di dalam menjalankan proses kehidupannya, manusia tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh orang lain. Hubungan timbal balik yang terjadi adalah hubungan membutuhkan-dibutuhkan antar individu dan penilaian tentang sifat dan tingkah laku yang berkembang di masyarakat didasarkan pada realisasi membutuhkan-dibutuhkan yang telah terjadi. Demikian juga sebaliknya, manusia juga merupakan makhluk individu yang masih tetap membutuhkan privasi atau kerahasiaan. Salah satu proses membutuhkan-dibutuhkan dalam kehidupan sosial adalah kehidupan bertetangga. Manusia sebagai individu membutuhkan individu lain di lingkungan sekitarnya yaitu tetangga dan demikian juga sebaliknya. Untuk menghindari penilaian negatif dari masyarakat akibat realisasi kehidupan bertetangga yang kurang baik, ada baiknya tiap individu mengembangkan sikap bersahabat dengan tetangga.

Bersahabat dengan tetangga, apa yang semestinya dilakukan?

Berikut ini beberapa hal yang semestinya dilakukan oleh individu manusia dalam mengembangkan sifat bersahabat dengan tetangga, sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:

  • Empati. Kembangkan rasa empati kepada tetangga. Ada baiknya saling menolong ketika tetangga sedang membutuhkan pertolongan baik secara moral ataupun material, walaupun mungkin tidak terlalu besar jumlahnya.
  • Sapaan. Usahakan selalu menyapa, atau paling tidak memberikan senyuman ketika bertemu atau hendak keluar rumah.
  • Toleransi. Berikan sedikit keleluasaan ketika tetangga sedang ada hajatan atau acara, walaupun mungkin sedikit mengganggu privasi yang dimiliki.
  • Berbagi. Biasakan berbagi kebahagiaan dengan tetangga, semisal ketika mendapat rejeki nomplok, tidak ada salahnya membagi kebahagiaan dengan sekedar memberikan buah tangan.
  • Ikut kegiatan. Walaupun mungkin tidak mudah bergaul atau bersosialisasi, ada baiknya mengikuti kegiatan yang dilakukan di sekitar rumah. Lambat laun kesulitan sosialisasi ini akan teratasi.
  • Humoris. Kembangkan watak mudah bergurau atau sekedar bercanda dengan tetangga sekitar, agar suasana tidak terlalu kaku. Tidak ada salahnya kok sesekali bercanda mengenai keadaan yang sedang hangat.
  • Solusi. Berikan solusi ketika tetangga sedang menghadapi permasalahan yang menurut mereka cukup rumit. Berikan jalan keluar yang tidak terlalu memberatkan.
  • Saling menjaga. Terkadang ketika tetangga sedang pergi ke luar kota dalam waktu yang lama, tidak ada salahnya ikut menjaga keamanan rumah yang ditinggalkan.

Beberapa tips bersahabat dengan tetangga di atas, hendaknya bisa dijadikan pertimbangan untuk mengembangkan sifat manusia sebagai mahluk sosial. Satu hal penting yang harus diingat adalah penilaian masyarakat kepada seorang individu bergantung kepada bagaimana seorang individu tersebut mengembangkan relasi antar individu dalam kehidupan sosialnya. Jangan sampai hanya karena tidak bisa mengembangkan relasi yang baik, seorang individu akan dinilai negatif dan akhirnya dikucilkan oleh masyarakat sekitar. Semoga bermanfaat.

Setelah mengisi form di bawah ini, anda akan menerima beberapa email berseri yang menjelaskan bisnis Oriflame bersama d'BC Network
Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN
// JavaScript Document